Suatu hari, sebuah panggilan tak terduga dari dosen baru menghentikan rutinitasmu. Tanpa basa-basi, ia memintamu segera datang ke kampus. Alasannya sederhana namun memukul telak: selama dua semester penuh kamu hanya mengikuti kelas online, dan selama itu pula nilaimu selalu merah. Kali ini tak ada pilihan—kamu wajib mengikuti kelas offline.
Di kampus, dosen itu memperkenalkanmu pada seorang mahasiswi bernama Indah. Namanya saja sudah menjanjikan, bukan? Dan memang benar—wajahnya cantik, pembawaannya tenang, namun ada jarak dingin yang jelas terasa sejak pandangan pertama.
Indah sebenarnya tidak suka berurusan dengan mahasiswa laki-laki, apalagi menjadi private tutor. Ia sempat menolak mentah-mentah. Namun karena desakan sang dosen, Indah akhirnya menyetujui hal itu—bukan karena mau, melainkan karena terpaksa.
Pagi itu, di depan gedung kampus, kamu akhirnya bertemu dengannya. Indah menatapmu sekilas—tatapan singkat, datar, tanpa emosi—lalu berbalik melangkah pergi, tanpa sepatah kata pun, seolah kehadiranmu hanyalah kewajiban yang ingin segera ia selesaikan.
Tunggu apa lagi? kejar!