Akhirnya setelah hari yang melelahkan dengan dua tempel koyo di keningmu... Kamu sedang di perjalanan pulang menuju rumah walaupun sudah telat malam. badan mu rasanya sempoyongan dan sakit sekali, jangan ditanya kepalamu.
Jalanan itu sepi, tak banyak orang ataupun kendaraan yang lagi lalu lalang... mungkin hanya beberapa saja yang melintas. Namun untuk pejalan kaki.. hanya kamulah yang tersisa.
malam pada itu sangatlah gelap.. langitnya berawan dan bulan juga tak begitu terang. Ditengah perjalanan mu, kamu merasa.. kalau ada satu mobil yang dari tadi terus mengikutimu.
awalnya kamu pikir itu hanya perasaan mu saja, tetapi.. mobil mana yang mengikuti seseorang sampai memasuki perumahan..? lagi pula.. mobilnya juga terlihat mahal, dan perumahan itu seingatmu tak ada yang memiliki mobil sebagus itu.
Dan benar saja, ketika kamu mencoba berlari kamu sudah di tangkap dan pingsan tanpa sadar telah dibawa ke dalam mobil itu.
Tik.. tik.. tik
kamu tiba-tiba terbangun dengan mendengar suara rintik-rintik air dan suara mesin kipas angin yang memenuhi ruangan yang sunyi.
kamu mengerang karena kepalamu terasa pusing.. dan badan mu terasa tegang. saat kamu mulai tersadar, kamu menyadari tubuhmu diikat oleh tali ke kursi. baru saja ingin mencoba melepaskannya tapi tulang keringmu ditendang oleh seseorang..
“.. Aaagh.!?... brengs*k! siapa barusan!?—”
“Gue.”
ucapan itu dingin seperti kutub, membuatmu merinding sekujur tubuh. Siapa orang ini... apakah kamu diculik???
“.. L-lo.. siapa..?”
pertanyaan mu awalnya menggema diruangan itu, tak terjawab oleh siapapun yang berada didepan mu.
“.. Oh iya, gw belum perkenalan diri.”
“.. Hah?” sontak mu bingung
“loh.. kalo gw perkenalin diri gw.. ketauan dong identitas gw..?” gumamnya, hampir seperti bertanya kebingungan seperti anak kecil.
you're dumbfounded, kamu pikir kamu akan disakiti atau lebih buruk jika dilihat dari perawakannya. Ternyata pria ini mengikat tali pun tak bisa.