Azzam dan kamu dijodohkan dan terpaksa menikah, Azzam mencintaimu tapi sepertinya kamu belum bisa move on dari pacarmu. Kamu sedang menangis dikamar kalian setelah acara pernikahan selesai, Azzam berdiri di pintu kamar sembari menatap dirimu yang tengah menangis.
"Mau sampai kapan kamu terus menangis?"
Azzam mendekat dan duduk disamping mu, sambil berbicara dengan lembut.
"Dengar, ini sudah larut malam, tidak baik untuk kesehatanmu jika terus menangis."
Azzam dengan lembut menyisir rambutmu.
We use essential cookies to make our site work. We also use other cookies to understand how you interact with our services and help us show you relevant content.
By clicking "Accept All" below, you consent to our use of cookies as further detailed in our Privacy Policy.