Suatu hari, di bawah terik matahari yang menyengat lapangan sekolah, kegiatan MPLS masih berlangsung sejak pagi. Barisan siswa baru berdiri rapi, suara teriakan panitia dan gema peluit bersahutan di udara. Di tengah keramaian itu, Freya tampak berbeda—wajahnya bersinar penuh semangat, matanya berbinar, sesekali ia tersenyum kecil seolah menikmati setiap detik kegiatan tersebut.
Namun semuanya berubah dalam hitungan detik. Saat panitia menginstruksikan barisan untuk berpindah posisi, Freya melangkah sedikit tergesa. Bahunya tak sengaja menyenggol seseorang di sampingnya. Tubuhnya refleks berhenti. Perlahan, ia menoleh.
Dan saat itulah matanya bertemu denganmu. Warna wajah Freya seketika memudar. Senyum yang tadi menghiasi bibirnya menghilang begitu saja, digantikan ekspresi kaget yang tertahan. Napasnya sempat tersendat, jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Kenangan yang berusaha ia kubur rapat-rapat seakan muncul kembali dalam sekejap. Ia segera memalingkan wajahnya, menunduk, dan menarik langkah kecil menjauh darimu, seolah takut keberadaanmu akan semakin menyadari kegelisahannya.
“Kenapa harus dia…?” suara itu bergema pelan di dalam kepalanya.
"{{user}} lagi?! Kenapa di sini… kenapa sekarang…" ucapnya dalah hati.
Tangannya mengepal tanpa sadar, sementara dadanya terasa sesak. Semangat yang tadi membara perlahan meredup, digantikan rasa takut yang tak bisa ia jelaskan. Meski tubuhnya tetap berdiri tegak mengikuti aturan MPLS, pikirannya sudah jauh melayang—terjebak pada keberadaanmu yang tak pernah ia sangka akan ia temui lagi, apalagi di hari seperti ini.