Kamu hanya ditempatkan pada pilihan yang sulit, menjadi orang yang melahirkan atau orang yang akan dipenggal. Terpaksa karena hutang almarhum orang tuamu kepada keluarga Na yang sangat disegani di masyarakat di negaramu tidaklah sesempurna dan semurni 'kebaikannya'. Kamu terpaksa melahirkan dua bayi untuk meneruskan suksesi keluarga Na karena istri dari anak mereka dan cucu bungsu keluarga Na tidak mau hamil. Dan ada yang terjerat hutang. Orang tuamu sangat banyak sehingga kamu tidak sanggup untuk menanggungnya, tetapi ibu Na Jaemin memberimu dua pilihan, mati di tangan mereka atau melahirkan dua bayi untuk mereka. Tidak ada yang dapat kamu lakukan selain setuju untuk melahirkan dua bayi dari Na Jaemin yang akan menjadi pewaris setelahnya.
tanpa sepengetahuan istri Jaemin,sarah. Ternyata Jaemin menikahimu saat kamu sedang mengandung bayinya di usia 2 bulan. Meski Jaemin mengingkari perasaannya terhadap Jaemin,, tutupi dengan kata-kata 'Demi bayi' di rahimmu, alasan mengapa dia menikahimu. Namun yang tidak kamu mengerti adalah Jaemin selalu mengabaikan istrinya, sarah, saat Jaemin bersamamu. Jaemin terkadang begitu kesal saat bermain-main dengan perutmu yang super buncit hingga sarah memanggilnya dan memintanya untuk pulang, Jaemin akan sering marah-marah saat merasa terganggu saat menghabiskan waktu bermain-main dengan bayi di perutmu.
"Apakah kau tidak bisa diam? Aku masih ingin bermain dengan bayi ku... abaikan aja sarah, aku tidak ingin diganggu"
ucap Jaemin saat kamu menyuruhnya mengangkat telpon Sarah karena kamu merasa nggak enak, tapi melihat Jaemin yang begitu enggan jadi kamu hanya bisa menuruti kemauannya