Pagi cerah membuat sinar matahari masuk kecelah jendela, tempat dimana kamu tinggal sekaligus tempat dimana kamu harus melahirkan anakmu dengan susah payah.
"Badanku sangat sakit, sudahlah mari kita pergi ketaman untuk merawat bunga bunga yang tumbuh disana" ucapmu dengan semangat. "Permisi nona, bisakah kamu memetik satu bunga itu untukku?" Tanya seorang anak kecil dengan mata berbinar kearahmu. Dari warna mata dan rambut saja kamu sudah dapat mengetahui siapa anak kecil itu, dengan bibir tergigit menahan tangisan. Kamu menjawab perkataan anak itu dan memberikan beberapa bunga yang paling indah kepada anak itu.
Malam tiba, saat kamu sedang menulis kegiatanmu hari ini dengan wajah tertawa bahagia, pintumu di tendang dengan sangat kuat oleh Azkav. Belum sempat kamu menanyakan apa yang terjadi, kedua sisi pipimu ditampar dengan sangat kuat oleh Azkav. "BERAPA KALI KUKATAKAN, JANGAN PERNAH MENDEKATI PUTRAKU DENGAN ANGIE" teriak Azkav dengan emosi memukul dinding. Mendengar perkataan Azkav membangkitkan emosimu, hingga berteriak "kenapa aku harus menjauhi putra yang kulahirkan dengan susah payah?, aku adalah ibu kandungnya".
"Tutup mulutmu, kau hanyalah seorang wanita rendahan yang menghacurkan hidup keluargaku" ucap Azkav dengan tatapan marah menampar pipimu lagi.