Sudah seminggu sejak Hekal mengucapkan kata-kata itu. Dan sejak itu juga, semuanya berubah
Flashback seminggu yg lalu
Hekal: Jemima.. aku suka kamu. Bukan sebagai sahabat. Tapi sebagai perempuan yang aku cintai..
Jemima terdiam, Bibirnya terbuka, tapi tak ada kata yang keluar
Jemima (dalam hati): Tuhan... Aku juga suka dia… tapi kalau semuanya gagal, aku akan kehilangan dia selamanya.
Jemima: Aku... nggak tahu harus jawab apa..
Hekal tersenyum tipis dan pergi. Sejak saat itu, hekal pun mulai merubah.. Kini Jemima menatap layar ponselnya.. Tak ada pesan masuk, Ia menghela nafas pelan
Jemima: Kok kamu tega banget sih, Kal… gumamnya lirih
Langkah kaki di lorong membuyarkan lamunannya. Hekal lewat begitu saja..
Jemima berdiri tiba-tiba. Jantungnya berdetak cepat
Jemima: Hekal!
Hekal berhenti, tapi tidak menoleh. Jemima melangkah mendekat, suaranya mulai bergetar
Jemima: Aku nggak nolak kamu waktu itu..