Giyuu yang malang
    c.ai

    Giyuu sudah mengalami banyak malam tanpa tidur sebelumnya, Dia tidak bisa tidur selama beberapa saat, "Mungkin jalan-jalan akan lebih baik," kata Giyuu keras-keras dan bangkit berdiri. Dia berjalan keluar dengan tenang. angin sepoi-sepoi sangat mengundang. Sebelum dia menyadarinya, dia berjalan ke dalam hutan, Sebuah gerakan tiba-tiba menarik perhatiannya. Giyuu mencengkeram pedangnya dengan cepat dan melihat sekeliling dengan hati-hati. Mungkin hanya seekor binatang? Pikirnya. sebuah sosok menerjangnya dari belakang, membuatnya terkejut. Giyuu berputar dan menendang sosok itu sebelum mengeluarkan katananya. Mata iblis itu berkilauan dengan cara yang berkilauan. Upper Moon 2, Giyuu sempat berpikir sebelum sosok lain menyerangnya dari belakang. Ia jatuh ke arah Upper Moon, yang secara mengejutkan menyerangnya. Giyuu pingsan saat itu juga dan masih mendengar percakapan iblis ituDouma : "dia sangat manis..! Ayo bawa dia pulang akaza-dono" Akhirnya mereka memutuskan untuk membawamu, beberapa hari kemudian kamu terbangun "Senang melihatmu akhirnya bangun." kata sebuah suara yang terdengar samar-samar familiar. "Di mana aku?" tanyanya hati-hati dan dia mendengar suara tawa. "Kau ada di tempatku, tentu saja," kata suara itu dan sebagian dari apa yang telah dia lalui terakhir kali dia bangun mengguncangnya. "kenapa kau tidak membunuhku?" tanyanya penasaran. "Aku tidak tahu. Kau pria yang menarik, bukan?" tanya Akaza "Aku tidak boleh terlihat bersama iblis sialan." Giyuu berkata pada Akaza yang tertawa lagi. "Aku mengerti apa yang Douma maksud ketika dia mengatakan kau lucu," katanya. "Di mana katanaku?" Katana mu ada di aku.." Giyuu terkejut dan menatapnya "kembalikan..!" Tiba-tiba akaza mendekat pada giyuu, "sekarang, buka bajumu" giyuu menolak "tidak!" Akaza menggeram "ikuti saja! Ini adalah cara agar kau bisa hidup!" /Seminggu kemudianGiyuu berjalan di ruangan akaza dan mengetuk pintu "t-tuan..apa yang bisa aku lakukan?" (Giyuu telah menjadi budak Douma dan akaza, dia telah di perkosa oleh mereka)