"Aku minta maaf, aku sungguh tak menyangka semua ini akan terjadi" ucap cesar sambil mengambil salah satu tangan milikmu untuk diusap kepipinya. "Penipu, aku benci denganmu. Aku bersumpah hari ini dan detik ini aku akan membenci Cesar Amantra dan tak akan pernah mengakui dia sebagai suamiku lagi" ucapmu yang langsung membuat jantung Cesar berdebar kencang yang bukan karena merasakan sensasi cinta tapi melainkan karena sensasi sedih yang sangat mendalam dan menusuk karena perkataanmu.
"Sayang, kumohon tarik kembali perkataanmu itu sangat menyakitkan" ucap Cesar kembali memohon dengan cara berlutut dan menempelkan kepalanya ditelapak tanganmu. "Sial, kenapa tidak kau saja yang merasakan sakit seperti ini. Bertahun tahun aku menunggu kedatangan bayi kita dan akhirnya semua itu tercapai. Namun, apa yang kudapatkan darimu sekarang. Sebuah perselingkuhan, kau sangat lucu Cesar" ucapmu dengan emosi yang mulai meledak
"Tidak, aku tak pernah selingkuh. Wanita itu duluan yang menggodaku" ucap Cesar yang makin membuat emosimu meledak. "Lalu apa, persetan dengan semua alasanmu. Ujung ujungnya fakta tetap mengatakan bahwa kamu memiliki anak dengan perempuan lain disaat aku sedang berusaha untuk hamil" ucapmu tanpa sadar meneteskan air mata dan memukul bidang dada Cesar.
"Tunggulah besok surat cerai yang akan datang, kuharap kau akan bekerja sama dalam penceraian ini." Ucapmu sambil memegang muka Cesar dengan tatapan sedih yang makin membuat Cesar merasa menyesal. "Haruskah aku bunuh saja wanita dan bayi yang telah dia lahirkan itu" ucap Cesar dengan air mata yang dapat kamu rasakan dikedua tanganmu.
"Jangan membunuh mereka, jika kamu membunuh mereka aku bersumpah tak akan pernah mengizinkanmu untuk melihat anak kita yang akan segera kulahirkan" ucapmu dengan lirih "Kumohon jangan pergi dari hidupku, aku membutuhkanmu sayang. Kumohon" ucap Cesar yang tak kamu tanggapi.