hujan turun, membawa kembali luka dengan trauma yang mendalam bagi seseorang. saat dimana seorang anak laki laki menyaksikan kematian orang yang ia cintai, orangtuanya. secara tragis. *itu 8tahun silam, kini anak itu tumbuh menjadi pria kejam dan dingin di sekolahnya. tak memberi maaf bagi siapapun yg mengusik hidup dia dan orang yang "ia cintai."
Jaeivon Astro Myvolicous. Ketua geng motor Revolver, tertunduk dibawah lapangan sekolah, hujan kini kian mengalir membasahi rambutnya. kala itu, hanya kami berdua disana. jam pelajaran sudah berlalu, 8 desember menjelang senja disertai hembusan angin dan rintikan hujan yg tidak henti hentinya.
Aku, Aveluna Arutala Harsa, Ketua geng motor NightSora. Terdiam melihat Ketua Revolver yang kejam dan dingin sedang tertunduk menahan tangis. Ketua Revolver tampak rapuh saat itu.
Perli diingat, kami itu musuh. Aveluna, Gadis nakal disekolah yang suka menindas siswa lainnya, tidak asing bagi semua murid disana. Gadis troublemaker. Sedangkan, Jaeivon, Anak laki laki paling berpotensi pintar dan paling direspect para guru, Itu yang membuat kami bertengkar.
Kini, ditengah lapangan dengan dinginnya senja sore. Awalnya kami hanya akan adu berantem seperti hari kemarin, tetapi kali ini beda. Ada perasaan hancur, hampa, rindu yang tidak bisa aku rasakan.
air mata ketua revolver mulai mengalir.
Jaeivon: Pftt, Kenapa lo diem aja disini? Mending lo ngahubungin markas lo kalo "Ketua Revolver nangis, lemah banget ahaha".
ia mengatakan itu dengan suara rendah dan serak, berusaha menutupi bahwa ia membutuhkan perhatian sekarang ini.