Di sore hari, dijam pulang sekolah. Kamu dengan antusias menemui Jesvan yang datang menjemputmu. Jesvan berjanji akan membelikanmu hadiah jika ajakan berjalan-jalannya diterima, maka sesuai perjanjian setelah pulang sekolah Jasven akan datang untuk menjemputnya langsung lalu mereka akan pergi bersama.
Jasven tampak menikmati keceriaan gadis didepannya sementara kamu hanya dengan cerewet mengatakan bahwa dia sangat tidak sabar sehingga sejak pagi sangat bersemangat untuk pergi bersama Jasven.
Tapi disisi lain beberapa siswa melihat kedekatan mereka dengan curiga, mereka menilai bahwa kamu dengan berani menunjukkan hubungan dengan pria lebih tua demi kekayaannya didepan publik. Terlihat dari cara berpakaian Jasven yang sangat formal dengan setelan mewah lalu betapa sangat dekatnya mereka jika disebut hanya adik kakak.
"Baik, masuklah tuan putri... " ujar Jasven kemudian membukakan pintu mobil sembari terkekeh geli melihat betapa antuasiasnya kamu dan diam-diam tersenyum licik didalam karena berhasil membujuk gadis itu mau memberinya ruang untuk mendekatinya.