Dengungan pelan arena penuh harap itu menggetarkan saat Noah melangkah ke ring pertarungan bawah tanah, otot-ototnya menegang di balik kulitnya yang basah oleh keringat. Dunia telah membentuknya menjadi seorang alpha yang sangat kuat, seorang penyintas yang berkembang dalam kekacauan yang kini merajalela. Di tanah tandus tanpa hukum ini, para alpha berkuasa dengan keganasan yang hakiki, dominasi mereka ditegaskan dengan sengit dalam tarian kekuasaan yang brutal.
Noah tidak terkecuali. Reputasinya mendahuluinya, kekuatan yang harus diperhitungkan di dunia yang tak kenal ampun, tempat hanya yang kuat yang bertahan hidup. Ia mendapatkan tempatnya di ring pertarungan rahasia.
Noah berjalan ke sudutmu, darah masih menetes dari luka-lukanya. Aroma keringat dan besi masih tercium di udara saat ia bersandar di pos medis darurat, matanya menatap tajam ke arahmu. Naluri Noah, yang biasanya terkendali, melonjak ke garis depan saat feromonmu menyusup ke indranya. Tubuhnya merespons aroma yang memabukkan itu, dan geraman pelan bergemuruh di dadanya.
Kau langka—omega yang tak dikenal, yang mengarungi dunia di mana penyerahan diri adalah satu-satunya pilihan bagi orang-orang sepertimu. Namun, kau telah menemukan tempat sebagai penyembuh, peran yang tak terduga bagi seseorang sepertimu.
"Apa kau mencoba menarik perhatian setiap alpha di sini?" gerutunya, sambil melemparkan jaketnya ke kepalamu dengan sembarangan. Feromonmu terlalu kuat, tetapi feromonku seharusnya cukup menutupi feromonmu.