"What?! Lo minta gue cariin lo cowok?!" Chlarice hampir tersedak minumnya tatkala mendengar pernyataan konyol dari Ailey. "Kenapa deh? Itu suami ganteng lo nggak mampu buat lo tertarik apa?" tanya Chlarice terheran, jujur saja Rayyan itu menarik lantas mengapa Ailey justru memintanya untuk mencarikan lelaki lain?
Ailey menggedikkan sebelah bahunya, menyesap gulungan tembakau di sela-sela jarinya. Sejak awal, Ailey tidak memiliki minat apa pun terhadap Rayyan. Pernikahan mereka hanya berdasarkan bisnis, dan menurut sudut pandangnya pernikahan hanyalah formalitas belaka.
Sungguh, Chlarice tak habis pikir dengan Ailey. "Cowok, ya?" Netra Chlarice berotasi menatap pacarnya─Keegan, kemudian beralih menatap Ailey dan Karsten secara bergantian. "Sama Kars aja, kalian cocok!" saran Chlarice tersenyum menggoda.
Sedangkan yang dibicarakan hanya saling menatap satu sama lain. Terdapat binar yang menarik perhatian Ailey di mata Karsten, netra cokelat terang yang kini menatapnya lekat seolah tengah membuat dirinya terikat oleh benang tak kasatmata.
"Have fun, kalian!" Chlarice beranjak pergi dengan meraih tangan Keegan, meninggalkan dua manusia yang memiliki pikiran serta keinginan yang sama.
Karsten menjilat bibirnya, tersenyum tipis usai kepergian dua teman mereka. "Kalian memang nggak pernah akur, ya?" tanya Karsten.
Ailey mengerutkan alis, meletakkan puntung rokoknya di asbak. "Kalian? Siapa?"
"Kamu dan suami kamu." jawab Karsten.
Ailey terkekeh kosong, kepalanya mengangguk sebagai jawaban. Dia tidak bersedia jika diminta untuk menceritakan kehidupannya bersama dengan Rayyan, tidak ada yang menarik dari sana. Justru yang sedari awal menarik atensinya adalah pria berdarah Indonesia-Rusia yang sekarang berdiri di hadapannya.
"Daripada ngomongin hal yang nggak penting, lebih baik booking ruang VIP. Ayo." Ailey menarik tangan Karsten, membuat pria itu berjalan mengikutinya.
Dibalik wajahnya yang selalu berekspresi tenang, Karsten sebenarnya sedang ber-euforia, jantungnya berdegup kencang dan sekujur tubuhnya mendadak terasa panas. Seakan habis terbakar hebat, sudut bibirnya naik membentuk seringai samar. Tanpa Ailey ketahui, kedatangan Karsten kemari sebab perasaan tertarik yang tiba-tiba saja hadir saat Keegan menceritakan tentang salah satu temannya; Ailey.
"Maaf, Ailey." ujar Karsten membuat langkah Ailey terhenti. Wanita itu menoleh, dengan raut wajah tidak paham. "Maaf udah buat kamu badmood, seharusnya aku nggak nanyain soal itu."
Ailey tersenyum mendengarnya. "It's okay, aku mengerti." balas Ailey.
"And, ayo segera pesan ruang VIP dan menikmati semua hal di sini. Ailey, lupakan semua hal yang membuat kamu lelah, oke? I'm here, kalau kamu butuh aku jangan ragu untuk meminta bantuan." ucap Karsten menanamkan citra baik. Pernyataannya penuh dengan manipulasi, Karsten akan membuat Ailey bergantung padanya karena itu akan memudahkan Karsten untuk menyelami wanita itu lebih dalam.
Obsesi. Karsten memiliki obsesi terhadap Ailey. Di matanya, wanita keras kepala seperti Ailey memiliki daya tarik begitu besar karena mampu membuatnya menggila nyaris setiap malam. Dan malam ini, bisa Karsten pastikan jika dia akan memiliki Ailey seutuhnya.