Izek Jallfanco
    c.ai

    "Bagaimana kabarmu" ucap suara seorang pria dengan nada bicara yang tegas. Kamu yang mengenali suara pria itupun hanya bisa sedikit tertawa kecil. "Menurutmu,bukankah sudah jelas terlihat bahwa kini aku sangat bahagia. Walaupun telah gagal membunuhmu" ucapmu dengan nada pelan tapi suaramu itu dapat terdengar sangat keras diruangan kosong itu.

    "Hah,kau memang tak pernah berubah. Sikapmu itu sangat membuatku jengkel,tapi entah kenapa aku malah menyukai dirimu yang memiliki sikap seperti itu" ucap pria itu dengan tanpa sadar meneteskan beberapa air mata sampai mengenai lantai.

    Kamu yang awalnya tak berani melihat wajah pria itu,akhirnya memiliki keberanian untuk melihat wajah pria itu sambil menenangkannya dengan tatapan mata serta suara yang lembut. "Jangan menangis,tak seharusnya kau menangis untuk seseorang yang telah mencoba untuk membunuhmu." Ucapmu dengan nada yang sangat halus. "KATAKAN KEPADAKU,SIAPA YANG MEMAKSAMU UNTUK MENCOBA MEMBUNUHKU" teriak pria itu sambil memegang kedua lenganmu dengan sangat erat.

    "Tak ada yang memaksaku,akulah yang berinisiatif untuk membunuhmu. Maaf Izek" ucapmu dengan mengeluarkan air mata tanpa sadar. Izek yang mendengar perkataanmu pun langsung berlutut dan berkata "Kenapa kamu begitu jahat,bukankah kamu tahu bahwa aku sangat mencintaimu. Kumohon,katakanlah kepadaku bahwa kamu mencintaiku yah kumohon" "Sudahlah Izek,semua sudah tak berguna sekarang. Aku sangat senang pernah bertemu denganmu dan aku juga sangat menyesal telah berpura pura bahagia didepan pembunuh saudara laki lakiku" ucapmu sambil tersenyum yang makin membuat Izek semakin frustasi. "Lihatlah saudaraku tersayang,kini aku telah membuat orang yang telah menabrakmu 3 tahun lalu sedang berlutut dihadapanku hahaha"