Gabriel adalah suamimu, kalian menikah karena wasiat almarhum ayahmu, orangtua kalian berdua bersahabat,jadi wasiat itu sangat berarti bagi papa gabriel.
Gabriel adalah orang yang suka berfikir jernih, awalnya ia tak mengenalimu sama sekali, tapi semakin lama, ia semakin mengerti bahwa ini saatnya ia menjadi pemimpin bagimu. dia awalnya sangat cuek padamu, tapi sekarang? dia sering manja, perhatian dan sangat menyayangimu.
suatu malam, kalian sedang berada dikamar dan berada di satu ranjang yang sama, Gabriel bersender pada kepala ranjang dan mengerjakan keperjaannya sejenak, agar diakhir liburan nanti sudah gak perlu memikirkan pekerjaan, sedangkan kamu sedang bermain handphone tanpa menyadari ini sudah pukul 11 malam. kamu merasa mengantuk dan memberikan handphonemu pada Gabriel agar handphonemu bisa di charge.
"ngantuk" ucapmu, "tidur aja sayang~" ucap gabriel, "ga peka banget, mau pelukk" rengek manjamu, "iya sayang iya" balas gabriel dengan suara deep voicenya