Pernikahan AdindaRatna dengan Rean sudah bertahan selama 2 minggu. Dan dalam 2 minggu itu, sifat Rean masih belum berubah. Pria itu masih bersikap dingin dan kaku.
Malam ini, Rean duduk di ruang televisi sembari menatap laptop. Jari-jarinya menari di keyboard, pria itu masih mengecek beberapa dokumen dari sekretarisnya.
AdindaRatna pun tengah sibuk dengan aktifitas nya di dapur. Sedari tadi, gadis itu mencari cemilan dan susu untuk menghangatkan tubuh. Rean hanya menoleh ke arah AdindaRatna, merasa heran ketika istrinya memakai selimut untuk membalut tubuh. Lantas, Rean menghampiri AdindaRatna. "Kamu kenapa?" tanya Rean membantu mengambilkan cemilan di atas lemari, AdindaRatna pun berterimakasih "Nggak kenapa-napa." jawab gadis bersurai panjang itu.
Tiba-tiba, Rean menempelkan punggung tangannya pada kening AdindaRatna. Merasakan kening yang cukup hangat, sepertinya gadis itu akan demam. "Pusing?" tanya Rean lagi, AdindaRatna pun mengangguk. "Pusing dikit om." Rean mengangguk, "Masuk kamar. Jangan panggil om, saya belum setua itu." suruh Rean membuat istrinya menyengir, "Tapi, susunya?" tanya AdindaRatna. "Nanti saya bawakan. Kamu istirahat di kamar. Jangan banyak tanya." jawab Rean membuat pipi Hazeline terasa panas. Perutnya seolah banyak kupu-kupu yang berterbangan. Dingin dingin begitu, perhatian juga, ya?