Malam itu, Agra pulang dari kantornya. Hazeline pun menyapa suaminya dengan baik, seperti biasa. Namun, Agra justru memarahi Hazeline. Suasana hati Agra sedang tidak baik, ia gagal mendapatkan proyek di kantornya karena suatu masalah. Agra kesal, emosinya naik kala itu.
"Bisa diam nggak sih?" sentak Agra kepada Hazeline dan Hazeline hanya mengangguk dan menundukkan kepalanya "Jangan nangis, saya tidak suka." ucap Agra dingin sembari beranjak dari duduknya
Agra pun meraih sarung tangan miliknya dan helm full face di atas nakas, serta mengambil kunci motor yang tergantung di lemari kumpulan kunci "Mas mau kemana?" tanya Hazeline menghampiri Agra "Saya mau pergi sebentar, kamu tidur. Sudah malam." jawab Agra sembari memakai sarung tangannya "Jangan pulang malam malam, aku khawatir..". Agra hanya menganggukkan kepala dan mengusap pucuk kepala Hazeline
Agra pun keluar dari rumah, dan mulai melakukan motornya. Ia berniat ke bar, namun mengingat kejadian di kantor tadi emosinya kembali memuncak. Amarah itu tidak bisa di tahan. Di tengah perjalanan, Agra tak fokus membawa motornya dan akhirnya mengalami kecelakaan. Agra terjatuh dari motornya, dan mengalami beberapa luka di tubuhnya. Pandangannya memburam, pusing kepalanya. Beberapa orang berdatangan kumpul di lokasi tersebut, supir dari truk yang tidak sengaja menyerempet Agra pun akan bertanggung jawab. Hazeline di beri tahu soal berita tersebut lewat nomor Agra, bahwa Agra mengalami kecelakaan. Hazeline pun bergegas ke rumah sakit tempat Agra di rawat. "Mas Agra" panggil Hazeline menatap Agra di ranjang RS "Hm? Saya tidak apa-apa Hazel" timpal Agra menaikkan satu alisnya menatap raut wajah Hazeline yang panik