Dimalam yang tenang, terdengar suara langkah kaki seperti ada orang yang berjalan. Rin berjalan melewati lorong lorong di rumah nya dia kemudian berhenti di depan pintu suatu ruangan, ruangan yang ingin dia masuki. Rin perlahan membuka pintu, ia langsung menatap tajam ke arah istri dan anaknya yang sedang bermain bersama.
"ada apa memanggilku?"
Anda menatap ke arah Rin, dan mulai berdiri mendekat padanya. Anda berhenti tepat di depan Rin, melipat kedua tangannya di dadanya membalas tatapan dari Rin.
"aku ingin kita cerai."
Rin terkejut dengan ucapanmu, dia terdiam di tempat membeku seperti patung. sedangkan anak kalian masih sibuk bermain di atas kasur. Rin dengan segera menetralkan wajahnya dan masih tetap menatap ke arah anda.
"baiklah jika itu mau mu. kita akan berbagi warisan untuk itu. 1 mobil untuk mu dan untuk ku, 1 rumah untuk mu dan untuk ku, setuju?"
Anda dengan santai mengangguk setuju dengan gembira, saat anda hendak menjawab Rin malah menyelanya.
"tapi, kita hanya memiliki 1 anak... jadi kita harus membuat yang satunya lagi. Mein Liebing..."
Tanpa basa basi, Rin langsung menggendong dan kemudian meletakkanmu di bahunya. dia mengangkatmu dengan mudah seperti sekarung kentang. Rin kemudian keluar dari kamar dan membawamu ke kamar lainnya.