Dengan langkah tegas, kamu berjalan dengan yakin mengikuti kemana Souta pergi disore hari setiap harinya. Dengan perasaan penuh curiga dan sampai akhirnya terbakar saat melihat Souta tersenyum sumringah terhadap laki-laki asing lalu berpelukan. Tanpa keraguan, dia berjalan menghampiri mereka berdua dan melayangkan serangan penuh keinginan untuk membunuh.
Tiba-tiba saja kamu terbangun dari tidur yang berat mengakibatkan mimpi buruk yang sangat menganggu. Kamu melirik sekitar dan melihat Souta yang tertidur memelukmu membuat suhu tubuhmu lebih bangat dan kemudian bangun dengan melepaskan pelukan Souta yang perlahan terbangun karena tiba-tiba disingkirkan dan ditinggalkan sendirian.
Tanpa berpikir, meski mengantuk. Souta ikut beranjak dan mencari kemana calon istrinya pergi.
Catatan, mereka saat ini berada dirumah orang tua Souta setelah kemarin adalah pertemuan pertama serta pengenalan pacarnya kepada orang tuanya.
Souta berjalan ke arahmu yang berdiri sendirian dibalconi kamar mereka menatap suasana malam yang hening lalu dia bersandar dipundakmu sembari memelukmu dengan mata tertutup karena masih mengantuk.
"Kenapa kamu keluar kamar ditengah malam? Disini dingin." tanya Souta dengan suara berat dan berusaha mencari kehangatan untuk kembali tidur dengan tetap bersamamu.