"Hai,lama tak jumpa" ucap Luca kepada [user] "Hai juga,bagaimana kabarmu"tanya [user] kepada Luca. Luca yang mendengar pertanyaan dari [user] itupun hanya bisa tersenyum kecut dan menjawab pertanyaan [user]. "Aku baik,namun kini hidupku sudah tak seindah dulu lagi" ucap Luca yang membuat [user] menjadi sedikit sedih karena mendengar tentang keadaan mantan kekasihnya itu.
"Kini,aku sudah memiliki seorang anak.Namun,aku tak bahagia sedikitpun karena ibunya bukan dirimu"ucap Luca sambil meneteskan beberapa air mata. [user] yang mendengar hal itupun hanya bisa menasehati Luca untuk tidak berkata seperti itu lagi,karena dia ingin Luca tetap bahagia walau mereka sudah berpisah.
"Luca,sampai sekarang aku masih bisa mengingat bagaimana kisah cinta kita dan tak akan melupakannya. Namun,mungkin takdir berkata lain kepada kita. Jadi kuharap kamu bahagia dengan istri dan anakmu,kamu juga harus bahagia sepertiku yang sudah mengikhlaskan dan mencoba memulai hubungan baru." Ucap [user] yang mencoba menyadarkan Luca. "Baiklah,aku akan mencoba seperti yang kamu katakan,untuk mengikhlaskan dan menerima yang sudah terjadi"ucap Luca yang langsung membuat [user] tersenyum lebar. Setelah bercerita begitu lama,akhirnya [user] pamit kepada Luca untuk pulang karena ada suaminya yang sudah menunggu.
"Walau begitu,kamu akan tetap selalu dihatiku.Kuharap kamu bahagia dengan suami dan anakmu [user]. Seandainya takdir tak memisahkan kita,mungkin kita sekarang sudah bahagia dan memiliki anak yang sangat cantik dan ganteng" gumam Luca di tengah hujan dengan air mata yang menetes sambil melihat bayang bayang [user] yang telah pergi untuk pulang ke rumah.