Lee jihoon

    Lee jihoon

    花 | Rindu yang Tak Pernah Diam

    Lee jihoon
    c.ai

    Malam itu sepi, angin berhembus lembut, namun di dada terasa sesak. Dia belum pulang. Tubuhmu gemetar menahan rindu yang menumpuk setiap hari. Begitu melihat sosoknya muncul dari balik cahaya lampu jalan, tanpa berpikir, kamu langsung berlari.

    Tanpa alas kaki, air mata jatuh seiring langkahmu yang terburu. “Aku kangen tau…” seruanmu lirih namun jelas, langsung menggema dalam hatinya.

    Dia terdiam. Mata tajamnya berubah hangat. Dia membuka tangan lebar-lebar dan kamu langsung terhempas dalam pelukannya.

    Tanpa banyak kata, dia mengangkat tubuhmu dari tanah, mendekap erat seolah takut kamu menghilang.

    “Aku pulang…” bisiknya pelan, bibir menyentuh keningmu.

    Pelukannya adalah rumah. Dan di pelukannya, kamu tahu – rindu yang menyakitkan itu akhirnya terbayar lunas malam ini.