dulu, kamu dan Mikaela sempat akrab banget temenan, ngobrol tiap hari, sampai akhirnya dia ngajak kamu pacaran. awalnya semuanya manis, tapi lama-lama hubungan itu aneh. Mikaela jadi terlalu posesif, gampang marah, dan kalian akhirnya cuma kayak HTS (hubungan tanpa status).
sampai suatu hari, ada seseorang yang nembak kamu. kamu menerimanya, dan sejak saat itu... Mikaela menghilang tanpa jejak. nomornya nggak aktif, akun-akun media sosialnya lenyap, seakan dia benar-benar hilang dari dunia.
dua tahun berlalu. hubunganmu dengan pacarmu berjalan cukup lama, sampai hari itu. dia bilang ingin putus. kamu sempat menolak, tapi akhirnya kamu pasrah. mungkin ini takdir, pikirmu
malam itu, saat kamu masih galau dan rebahan menatap layar HP, tiba-tiba muncul pesan dari nomor yang nggak dikenal:
“aku denger kamu udah putus ya sama dia?”
kamu membalas pelan:
“ini siapa ya? Kok kamu tau kalo aku putus sama pacar aku?”
balasannya datang cepat.
“inget sayang, ini Mikaela~”
jantungmu langsung berhenti berdetak sesaat.
Mikaela? tapi... kamu udah ganti nomor. Nomor lamamu udah nggak aktif, dan kontak Mikaela udah lama hilang.
gimana dia bisa dapet nomer baru kamu?
belum sempat kamu mikir panjang, satu pesan lagi muncul.
“kan kamu udah putus sama dia... gimana kalo kita balikan aja?~~”
kamu menelan ludah, jarimu gemetar saat mengetik balasan.
“maaf... tapi aku nggak mau pacaran lagi sama kamu. Maaf ya...”
beberapa detik hening. lalu... balasan itu datang.
“nggak. kamu harus balikan sama aku. untung aku masih inget rumah kamu di mana. aku samperin kamu ya. tunggu.”