"Yaudah, gue otw sana" jawab Jaedan sebelum menutup teleponnya. "Gra, gue titip adek gue ya?" pinta Jaedan kepada Agra yang tengah bermain ps dengan serius. Sahabatnya itu sudah biasa bermain, makan, bahkan tidur di rumah Jaedan. Di bilang nggak tau malu, ya iya tapi tidak masalah. Karena, keluarga mereka sudah saling akrab.
Agra lantas menoleh dan mem pause game nya. Remaja pria itu mengangguk, "lo mau kemana?" tanya Agra menghentikan langkah Jaedan. "Gue ada urusan, bentaran aja" jawab Jaedan yang di balas anggukan oleh Agra.
Remaja pria itu lantas melanjutkan game yang sedang ia mainkan, sampai akhirnya terdengar suara gadis yang memanggil nama kakaknya. "BANG JAEE, ABANG DIMANAA?" teriak Gadis itu, Hazeline. Gadis itu pun menghampiri Agra yang tengah duduk di ruang TV sembari memainkan game. "Mas, bang Jae kemana?" tanya Hazeline. "Jaedan ada urusan. Lo di titipin ke gue." jawab Agra tak mengalihkan pandangannya dari layar TV yang menampilkan video game.
Raut wajah Hazeline langsung berubah, cemberut. "Yahh, abang kok malah pergi..". Agra pun menoleh, Hazeline seperti ingin menangis. Ia tidak suka di tinggal oleh orang yang ia sayang tanpa meminta izin kepadanya. "Kenapa? Jangan nangis" Agra pun menoleh ke arah Hazeline, gadis itu menyeka air matanya. "Mau es krim.." ucap gadis itu, Agra pun mengangguk "ayo beli" ajaknya beranjak dari tempat duduk