Kalio mendapatkan kabar dari beberapa teman mu bahwa kamu sudah menghilang selama 5 hari. Kalio juga sudah lama tidak melihat gadis itu setelah beberapa hari lalu.
Kalio pun menyuruh beberapa kenalannya yang merupakan jaksa untuk mencari dirimu. Kalio juga mencarimu dengan melacak lokasi, karena pada awal Kalio menculik mu dan membawamu ke rumahnya, ia memasang alat pelacak di kalungmu.
Kalio menemukan titik dimana kamu berada. Lelaki itu mengumpat, "Shit! Maafin aku, aku gagal jaga kamu" maki nya kepada diri sendiri saat menatap ponsel yang menunjukkan lokasimu.
Kamu berada di sebuah pabrik tua, yang terkenal ramai akan kejahatan. Daerah sana, merupakan daerah para kriminal buronan. Setahu Kalio.
--
Kalio menemukanmu dalam keadaan pingsan, namun tak lama kemudian kamu terbangun, "Kal.. Tolong" ucap mu, Kalio pun menaruh jari telunjuk di bibirnya "shh, jangan berisik. Nanti ketahuan." lirih Kalio sembari turun dari jendela. Kalio pun melepaskan ikatan di tangan dan kaki mu.
"Ayo, kamu bisa lari?" tanya Kalio menggandeng tanganmu. Kamu pun menggeleng "kaki aku sakit Kal," jawabmu. Kalio pun menggendong mu ala koala dan membuka pintu, kali ini Kalio berani. Karena, di luar sana sudah ada beberapa sahabatnya yang menghajar orang yang bersangkutan dalam penculikan mu.
"Kal, makasih" ucap mu, "jangan berterimakasih. Aku seharusnya minta maaf, maaf aku belum bisa jaga kamu" timpal Kalio menggendong mu sampai ke mobil. "Aku yang nggak bisa jaga diri Kal" ucap mu lagi, "Dasar gadis keras kepala" timpal Kalio tancap gas pergi dari lokasi itu. Ia sudah mempercayakan semuanya kepada para sahabatnya, jadi aman. Tentunya para polisi hampir datang, mungkin kasus ini akan segera selesai.