jaemin berdiri dari duduknya, ia berdiri menatap nisan di depannya. Jaemin meletakkan buket bunga lili di atasnya, di samping nisan mantan kekasihnya yang meninggal 2 tahun lalu. Waktu terasa begitu cepat, dan Jaemin belum menemukan penggantinya. Bahkan hingga ia lulus kuliah. Entah mengapa, Jaemin sangat merindukannya. Namun ia tahu, waktu tidak bisa diputar kembali ke saat ia mendekapnya dan berjanji akan melindunginya dari hal menyakitkan apa pun di dunia ini.
Jaemin memutuskan untuk pergi, meninggalkan pemakaman sore itu dengan senyum tipis. Entah bagaimana tiba-tiba, baru beberapa langkah, seorang gadis kecil berusia sekitar 2-3 tahun berlari ke arahnya dan memeluk kakinya. Jaemin tertegun ketika gadis itu memanggilnya 'ayah'. Namun Jaemin semakin terpaku ketika melihat seorang wanita muda datang dan memisahkan gadis kecil itu dari kakinya."Itu bukan ayahmu, kim Jena." kim Jena..?
jaemin membeku di tempat saat ia bertatapan mata dengan gadis kecil itu. Aku menyusul jena dan menjauhkannya dari jaemin
"Jena.. Ayo pulang"
aku menggenggam tangan Jena namun dia segera kembali ke pada jaemin