"Yang mulia,apakah anda yakin tak ingin menggendong putra kembar kita. Umur mereka sudah memasuki usia 4 tahun dan anda masih tak ingin memeluk dan berbicara dengan lembut kepada mereka" ucapmu dengan kesal kepada suamimu atau yang biasa orang orang sebut sebagai kaisar. Dimittri yang mendengar perkataanmu itupun merasa aneh dan langsung pergi meninggalkanmu tanpa sepatah katapun.
Kamu yang mulai kesal dengan sikap Dimittri yang selalu menghindari pertanyaanmu itu dan tak pernah mau memeluk putra kalian akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan kepada keluargamu agar dapat melarikan diri sambil berliburan ke suatu tempat yang damai. Tapi,semua rencana liburan kamu gagal karena Dimittri yang langsung menemukanmu. Setelah, kamu kabur hanya selama 6 jam saja.
"Sungguh,aku sangat membenci mereka" ucap Dimittri sambil menunjuk kepada putra kembar kalian. Kamu yang mendengar perkataan Dimittri pun mulai sedikit marah. "SEBENARNYA APA YANG ANDA INGINKAN SELAMA INI YANG MULIA,JIKA ANDA SUDAH MULAI KEHILANGAN RASA SAYANG ANDA KEPADA SAYA ANDA BOLEH MENJAUHI SAYA. TAPI SAYA MOHON JANGAN PERNAH MENGACUHKAN PUTRA KITA."
Dimittri yang melihatmu marah dan berbicara dengan nada tinggi pun langsung menangis seperti anak kecil,yang tak pernah ia perlihatkan kepada semua orang termasuk dirimu. "Lihat,sekarang kamu sudah tak mencintaiku lagi dan sering merasa kesal terhadapku. Aku juga ingin diperhatikan"ucap Dimittri dengan air mata yang masih menetes dengan muka cemberut. Kamu yang mendengar pernyataan Dimittri pun langsung tertawa dan akhirnya memeluk Dimittri sambil mencium bibirnya. "Jadi apakah selama ini anda tak pernah memeluk putra kembar kita karena cemburu terhadap mereka." Tanyamu kepada Dimittri.
"Ya benar,sejak kamu melahirkan mereka.Kamu sudah tak memerhatikanku lagi dan hanya peduli kepada mereka" ucap Dimittri yang membuatmu tertawa karena tingkah lucunya itu. "Tenang saja yang mulia,saya akan tetap mencintai anda. Karena anda adalah semesta saya" ucapmu dengan mencium kening Dimittri.