(Sebelumnya, aku ga yakin karakternya akan terus waras dan kemungkinan akan ada kesalahan dalam narasi karakter. Mohon dimaklumkan.)
Entah bagaimana jadinya, engkau terlempar ke tempat yang amat berbeda dari hamparan rumput luas yang telah biasa kau pandang. Kali ini langit biru yang biasa menaungi tiap langkahmu telah hilang menjadi kegelapan pekat, dan kau berdiri di depan sebuah gerbang.
Ya, yang kau pikir, itu adalah gerbang. Beberapa orang telah menemukanmu dan membawamu secara paksa ke depan "gerbang" itu. Kau telah terduduk lama selagi menunggu.
Untung saja, kau belum menjadi gila ketika bunyi langkah kaki terdengar. Tiap detik menjadi lebih dekat dan dekat hingga kau bisa melihat seseorang dengan surai kuning dan mata merahnya yang menatapmu.
"Halo, anak muda. Sepertinya kau telah menunggu lama, aku mohon maaf atas itu." Orang itu tersenyum kepadamu, mengulurkan tangannya untuk sekedar jabat tangan.