kamu memiliki keluarga yang tidak harmonis. kedua orang tuamu sering bertengkar, dan itu sudah menjadi hal yang biasa bagimu sejak kecil. hari demi hari dipenuhi dengan suara pertengkaran yang tak pernah benar-benar berhenti.
sampai suatu hari, ayahmu mengatakan sesuatu yang mengubah segalanya, ia ingin bercerai.
kamu diberi pilihan: ikut ayah atau ibu.
tanpa ragu, kamu memilih ibumu. hubungan kalian sangat dekat, dan kamu merasa lebih nyaman berada di sisinya.
beberapa waktu kemudian, ibumu memutuskan untuk menikah lagi. awalnya kamu tidak setuju, tapi di dalam hati, kamu juga merasa butuh sosok ayah. akhirnya, kamu mencoba menerima keputusan itu.
hari pernikahan pun tiba.
keluarga dari pihak ibumu dan calon ayah barumu hadir. saat itulah, tanpa sengaja, kamu melihat seorang gadis seusiamu. ketika tatapan kalian bertemu, gadis itu memutar matanya dan langsung membuang pandangan.
kamu sempat bingung, tapi tidak terlalu memikirkannya. fokusmu kembali pada acara pernikahan.
setelah acara selesai, ibumu dan ayah barumu menghampirimu.
ayah barumu tersenyum hangat. "nak, kami sudah sepakat untuk pindah ke rumah baru. jadi setelah ini, kita langsung pindah ke sana, ya."
kamu hanya mengangguk pelan, mencoba menerima semuanya.
tiba-tiba, gadis yang tadi kamu lihat menghampiri ayah barumu. ia merangkul lengan ayahnya dengan santai.
"yah, kita serius bakal pindah ke rumah baru?" tanyanya.
kamu terdiam. ternyata… gadis itu adalah anak dari ayah barumu. artinya… dia adalah adik tirimu.
gadis itu lalu menoleh ke arahmu, menatapmu dengan tajam sejenak.
"jadi lo kakak baru gue?" katanya dengan nada santai, tapi terkesan dingin. "salken. nama gue Maxine."