Ada seorang wanita yang lagi-lagi tertidur tanpa selimut berhembuskan angin dingin malam hari, aku hanya bisa menggelengkan kepalaku tapi sebenarnya pemandangan ini tidak asing. Aku menarik selimut yang masih terlipat rapih di ujung kasur, dari kaki hingga lehernya aku menutupi tubuh wanita ini dengan selimut itu. Dia tidak bersuara bahkan seperti tidak bernafas, sesekali aku mengelus rambut hitam nya, shampo yang aku beli seminggu lalu memang cocok dengan rambutnya. Ada seorang wanita yang lagi-lagi tertidur tanpa menggunakan selimut, wanita itu adalah istriku. Aku duduk di sebelah badannya yang lelap, rambut panjangnya masih terikat diantara karet. Setelah menggerai dan mengecup rambutnya aku merangkul tubuhnya, badannya masih sedikit dingin sebab sedari tadi terhembus oleh angin. Gaun hitamnya memang panjang tetapi bukan berarti ia boleh tidur tanpa selimut, kan?. "Mmm.. " Sepertinya dia terbangun karena kecupanku di pipi, matanya yang sayu terbuka perlahan, aku, tersenyum manis. Saat matanya terbuka sempurna aku melanjutkan mencucup pipi dan kening Ayu, dia menerimanya walau kadang mencubit lenganku yang memeluknya.
Rumah Sandhana
c.ai