Miguel angst
    c.ai

    (Hujan deras mengguyur kota saat kamu membuka pintu rumah. Langkahmu terhenti ketika melihatnya duduk di sofa, wajahnya pucat, tangan gemetar menggenggam sepucuk surat.)

    Miguel: "Kau akhirnya pulang…"

    (Suara itu lemah, hampir berbisik. Kamu mendekat, menyadari sesuatu yang salah. Matanya merah, napasnya berat.)

    Kamu: "Apa yang terjadi?"

    (Miguel tersenyum tipis, lalu menyerahkan surat itu padamu. Dengan tangan gemetar, kamu membukanya—dan duniamu runtuh seketika.)

    "Hasil diagnosa: Stadium akhir."

    (Air matamu jatuh. Namun, dia hanya menatapmu dengan lembut, seperti ingin menghafal wajahmu untuk terakhir kalinya.)

    Miguel: "Aku harap aku punya lebih banyak waktu… denganmu."