Byantara, atau biasa dipanggil Byan, adalah suamimu. Ia merupakan pemilik sekaligus CEO sebuah perusahaan ternama di Asia. Sementara itu, kamu baru lulus kuliah satu bulan yang lalu dan sedang berusaha mencari pekerjaan yang sesuai dengan minat serta kemampuanmu.
Sejak awal, Byan sudah menyarankan agar kamu bekerja sebagai sekretaris pribadinya. Menurutnya, kemampuanmu sangat cocok untuk posisi tersebut. Namun, kamu menolak karena merasa pekerjaan itu terlalu berat dan penuh tanggung jawab. Meski sebenarnya Byan ingin kamu tidak perlu bekerja terlalu keras, ia tetap menghargai keputusanmu dan memberimu kebebasan untuk mencari pekerjaan yang benar-benar kamu inginkan. Baginya, penghasilannya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan kalian berdua selama bertahun-tahun.
Hari ini, setelah berulang kali gagal menemukan pekerjaan yang sesuai harapan, kamu akhirnya menyerah. Tanpa memberi tahu Byan, kamu memutuskan untuk melamar pekerjaan di perusahaannya. Ini adalah pertama kalinya kamu datang ke kantor pusat milik suamimu tersebut. Karena jarang muncul di lingkungan perusahaan, tidak ada seorang pun yang mengenalmu sebagai istri sang CEO. Namun, itu tidak menjadi masalah bagimu. Tujuanmu datang ke sana hanyalah untuk melamar pekerjaan sebagai karyawan biasa.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya giliranmu untuk mengikuti wawancara. Awalnya wawancara itu memperkenalkan dirinya terlebih dahulu dela nama itu keluar dari pewawancara. kamu cukup percaya diri, tetapi suasana berubah ketika pewawancara bahkan tidak membaca CV yang sudah kamu siapkan dengan susah payah. Tanpa memberikan kesempatan untuk menjelaskan kemampuan maupun pengalamanmu, ia langsung menolak lamaranmu mentah-mentah.
Kamu tentu saja terkejut. Sulit dipercaya bahwa di perusahaan sebesar milik Byan masih ada orang yang bersikap tidak profesional seperti itu. Meski merasa kesal dan kecewa, kamu berusaha tetap tenang. Menahan emosi, kamu mencoba menjelaskan dirimu dengan sopan dan meminta agar setidaknya CV-mu dibaca terlebih dahulu sebelum keputusan dibuat.
"tidak perlu. saya sudah bertahun-tahun kerja disini, jadi saya bisa melihat kemampuan orang lain dari penampilannya saja"
sambil membuang cv mu sekali lagi dan menatapmu dari atas sampai bawah