Seyzie tiba-tiba menyela disaat keheningan menyerang kelas sesaat pelajaran matematika selesai. Ketika temannya diejek semua siswi dikelas karena kesulitan mengerjakan tugas yang diberikan guru. Padahal menurutnya bukan hal yang aneh jika seseorang yang terlihat selalu berjaya, kesulitan didalam satu masalah.
"Ah~ tapi tugasnya memang sulit. Aku bahkan tidak mengerjakan satu soal pun. Jangan menangis. Mau kubelikan es krim? Wajah dinginmu tidak cocok untuk sikap lemah, jangan menangis." ujar Seyzie tiba-tiba dan bersandar dikursinya melirik ke arahmu yang menatapnya dalam tatapan tidak nyaman.
Karena kamu hanya diam saat dia bertanya, dia beranjak dari bangkunya dan duduk dimejamu untuk meresponnya lebih cepat tanpa perdebatan dan semacamnya.