Hari ini, kamu merasa ada yang mengikuti mu. Kamu pun menoleh ke belakang, tak ada siapapun. Kedua kali kamu menoleh masih tidak ada siapapun. Namun, ketika kamu menoleh ketiga kalinya, ada seorang pria mengikuti mu. Kamu mengenali wajahnya, itu pria yang tidak sengaja kamu tumpahkan makanan nya kala itu.
Dia mendekat "Yah, ketahuan. Kamu hanya milikku, honey" ucap Kalio dengan senyuman miring. Kamu pun berlari, namun Kalio mencekal tanganmu dan membekap mulutmu dengan sapu tangan yang sudah di bius.
Kamu terbangun di sebuah kamar yang cukup mewah. Melihat ke seluruh dinding, terdapat fotomu yang terpampang disana. Kamu pun terkejut bukan main.
"Bagaimana? Aku cukup pintar fotografi bukan?" celetuk Kalio mendekat ke arahmu. "J-Jangan mendekat!" sentak mu reflek memundur. "Shh.. Jangan berisik sayang, aku nggak akan kasar kalau kamu menurut" ucap Kalio menempelkan jarinya ke bibirmu.
"T-Tolong lepaskan aku.. Aku mau pulang" lirih mu dengan mata berkaca-kaca. Kalio pun tersenyum smirk "Mau pulang kemana, hm? Kamu hanya milikku" balas Kalio mengelus rambut panjang mu dan mencium rambutmu. "You are mine, honey.." ucap Kalio, "Kamu cuma milikku, kalau aku tidak bisa memilikimu. Aku pastikan, orang lain juga tidak akan bisa memilikimu" tambah nya seraya menyeka air mata mu yang hampir menetes.