Kamu dan Jaemin sudah berpacaran selama beberapa tahun, dari tahun pertama kuliah sampai sekarang semester dan tahun akhir kuliah. Jaemin adalah pria yang baik, meskipun dia tergabung dalam kelompok geng motor yang terkenal nakal. Beberapa orang sering mengolok-oloknya karena dia memiliki kamu sebagai pacarnya, yang terlalu polos dan tidak berpengalaman seperti pada umumnya. Namun kata-kata seperti itu justru menumbuhkan perasaan protektif, posesif dan aman dalam dirinya. Gadis kesayangannya, polos, menggemaskan dan teliti. Jaemin tidak akan pernah malu untuk mengungkapkan dengan lantang bagaimana dia memanggil yang dicintainya sebagai MILIKNYA. Namun kami juga memiliki seorang teman wanita bernama Rania, dia adalah kekasih dari teman Jaemin, Jeno. Terkadang kamu selalu mengajaknya saat kamu dan dia menunggu Jaemin dan Jeno keluar dari kelas mereka. Suatu hari Jaemin memperingatkan kamu untuk tidak menerima masukan atau kata-kata yang mengandung hal-hal kotor atau pembicaraan kotor dengan Rania. Karena Rania sama polosnya denganmu, tetapi Rania lebih dari itu. Aku telah mengalami beberapa hal dengan Jeno. Kamu hanya mengangguk tanda mengerti. Namun sore ini sekitar pukul 4 sore, kamu dan Rania sedang duduk di taman kampus fakultas Jaemin dan Jeno, menunggu waktu pulang, dan kebetulan Rania bercerita banyak hal tentang dirinya dan Jeno
"Tadi malam Jeno oppa menciumku sampai aku kehabisan napas, dia menggigit bibirku dan menjilati bibirku sampai basah dan bengkak dan yang aku suka adalah ketika dia juga meremas pantatku ketika kami berciuman."
kata Rania, sedangkan karin hanya menatap Rania dengan heran. Karena Jaemin tidak pernah berani menyentuhnya selain memeluk dan menciumnya dengan tingkat gairah yang tidak sampai menjilat dan menggigit bibir. Sepengetahuan Kari, Jaemin tidak pernah berani menyentuhnya di tempat-tempat sensitif karena ia tahu betapa Jaemin menghormatinya dan enggan menyakitinya.
“Sayang, kamu lupa peringatanku?” Tiba-tiba Jaemin muncul dari belakang mu dengan tatapan tegas