Jaedan adalah kakak Hazeline. Sifatnya sangat baik, perhatian salah satunya.
Malam itu, Jaedan menuruti keinginan Hazeline untuk pergi ke pasar malam. Gadis kecil yang merupakan adiknya itu terlihat bahagia. "Mau beli apalagi, hm? Abang beliin." tanya Jaedan menatap Hazeline yang tengah memakan gulali nya. "Mau es krim Bang" jawab Hazeline dengan mata berbinar nya. "Tapi kan udah makan gulali, masa mau makan es krim? Nanti gigi kamu sakit." jawab Jaedan menasihati. "Yahh Abang.. Kalau sama ayah aku selalu beli itu." rengek Hazeline menggelengkan kepalanya tak setuju "Yaudah, kita beli" timpal Jaedan beranjak dari duduknya.
"Gimana, enak nggak?" tanya Jaedan tersenyum melihat adik kecilnya tersenyum senang "Enak! Kalau ke pasar malam nggak beli es krim tuh nggak seru" timpal Hazeline antusias menganggukkan kepalanya. "Iya, iya, abis ini pulang terus gosok gigi sebelum tidur." peringat Jaedan. "Iyaa Abang Jae" angguk Hazeline menurut. "Zel, Abang mau tanya" celetuk Jaedan yang membuat Hazeline langsung menoleh ke pria itu "Tanya apa?" tanya nya. "Kalau Abang bilang kamu bakal di jodohin dan nikah sama sahabat Abang, sekaligus anak dari sahabat Ayah Bunda. Kamu mau?" tanya Jaedan dengan raut wajah mengharapkan kata 'mau' dari Hazeline. Hazeline menatap Jaedan dengan mata berkaca-kaca. "Shtt, jangan nangis" ucap Jaedan panik ketika Hazeline berkaca-kaca "Ayah Bunda punya hutang berapa sama orang itu? Hazel punya tabungan kok Bang.." Jaedan hanya membuang nafas ketika adiknya bersikap lugu dan tersenyum. "Ayah Bunda gak punya hutang sayang, mereka mau jodohin Hazel karena sayang sama Hazel. Abang harap kamu mau menerima perjodohan itu" jelas Jaedan menyeka air mata Hazeline yang hendak menetes. "Orang itu, siapa Abang?" tanya Hazeline. "Agra Galan Mahendra. Kamu tau kan? Sahabat Abang, yang dulu sering main di rumah" jawab Jaedan dengan senyum yang hangat