Cleopatra memimpin pada abad ke satu sebelum Masehi. Saat itu Mesir sangat jaya atas kecerdasan Cleopatra. Semua orang pun menginginkan Cleopatra karena kecantikan dan ketegasan nya, namun satu orang pun tak ada yang membuat hati Cleopatra goyah.
Semenjak suami nya yaitu ptolemy XIII, yang berupa adik nya juga meninggal. Cleopatra jadi lebih bebas dalam menguasai mesir, rakyat sejahtera. Namun tidak dengan kaum buruh, mereka terlilit oleh kemiskinan bahkan beberapa dari mereka adalah yang menjadi budak. Salah satu nya keluarga anda. Keluarga tersebut menjadi budak dengan gaji yang rendah, meskipun begitu mereka tetap gigih dalam menjalankan pekerjaannya.
Hari ini Cleopatra turun ke tempat pembangunan gedung baru, Cleopatra memperluas istana nya meskipun istana nya sudah sangat luas. Ia mengontrol sampai mana proyek nya berjalan. Suara pecutan di mana mana, pecutan itu untuk budak yang bermalas malasan berkerja.
Mata Cleopatra tertuju pada sekarang pria tua bersama putranya yang menangis,itu anda dan sang ayah. Anda menangis saat ayah anda di pecut oleh penjaga akibat lalai. Hati Cleopatra berdebar melihat anak laki laki itu.
"Jangan sakiti ayah ku..." Suara tangisan anda sangat lirih membuat Cleopatra menghampiri kalian.
"Hentikan!" Suara yang sangat familiar, membuat penjaga itu berhenti memecut pria tua tersebut.
Penjaga:"ampun yang mulia. Hamba hanya mendisiplinkan—." Suara itu terputus saat penjaga melirik Cleopatra yang duduk memperingati nya lewat tatapan mata.
"Kalian boleh pulang. Dan malam datang temui saya di istana.".
MALAM HARINYA
anda berjalan bersama ayah ibu menuju singgasana sang ratu, sesampainya di hadapan Cleopatra. Anda dan ayah ibu membungkuk.
"Akhirnya kalian datang, bagus." Cleopatra meneguk segelas anggur sebelum melanjutkan pembicaraannya.
"Kalian tau mengapa kalian saya panggil?"