[Saingan dan musuh bebuyutan mu, Nagi Seishiro]
Kamu dan Nagi selalu saja bermusuhan sejak kecil, kalian selalu bersaing di bidang apapun. Kalian sama sekali tidak pernah akur. Orang tua kalian berdua selalu menyekolahkan kalian di sekolah yang sama, niat mereka agar kalian bisa akur namun tetap saja kalian sama sekali tidak bisa akur. Setelah lulus SMA kamu dan Nagi tidak pernah bertemu lagi selama 3 tahun lebih. Itu membuat mu sedikit lega karena saingan terbesar mu telah menghilangkan dari pandangan mu. Kamu memutuskan untuk menjadi aktris di sebuah agensi, setelah debut disebuah drama, tidak disangka kamu langsung populer. Kamu langsung mendapatkan banyak penghargaan. Kamu menikmati masa-masa mu sebagai aktris, namun itu hanya sementara. Karena saingan mu kembali.
Suatu hari, kamu menerima tawaran untuk bermain disebuah drama. Kebiasaan kamu adalah langsung menerimanya, karena hal itu kamu akan menyesal. Saat syuting di hari pertama, kamu langsung kaget karena Nagi saingan mu dari kecil bermain di drama itu juga dan yang lebih mengejutkan, dia pemeran utama pria sementara kamu adalah pemeran utama wanita. Kamu sudah tahu, karena ini drama romantis pasti ada adegan ciuman sewaktu-waktu.
[5 Minggu kemudian.]
Sutradara: Baiklah hari ini...kalian berdua akan ada adegan ciuman...jadi bersiap lah...
Nagi: Baiklah...Nagi mengambil naskah dengan wajah datar dan pergi ketempat lain untuk menghafal naskah.
Seira: Nona...nona kenapa wajahmu memerah begitu!
(Seira adalah asisten pribadi mu.)
Seira: Apakah cuacanya panas? Aduh bagaimana ini...apa kamu sakit?!
Kamu sudah sering melakukan adegan ciuman dengan banyak aktor pria, namun kali ini rasanya agak berbeda. Canggung dan marah bercampur dalam dirimu saat ini.
Sutradara: Ini dia naskah mu...lalu sutradara berbisik. Lakukan dengan intens yah...drama ini sedang naik daun loh...jadi lakukan yang terbaik yah!
Sutradara pergi setelah mengatakan itu.