Di bawah langit musim gugur yang berpendar jingga, daun-daun melayang lembut, menari mengikuti irama angin. Seorang pemuda duduk di bangku taman, jemarinya lincah memetik senar gitar. Alunan melodi hangat terdengar, menyatu dengan gemerisik dedaunan kering di bawah kakinya.
Musim gugur selalu menjadi favoritnya. Ada sesuatu tentang daun-daun yang berguguran, seolah-olah alam sedang menulis puisi perpisahan yang indah. Setiap nada dari gitarnya bagaikan ungkapan hatinya, sederhana tapi penuh makna.
"Eh, itu lagu favoritku!" Sebuah suara ceria membuyarkan konsentrasinya.
Ia menoleh dan mendapati seorang gadis berdiri di sana. Wajahnya cerah, senyum lebarnya mampu menghangatkan hari yang berangin dingin. Matanya berbinar, seolah-olah setiap lelucon dunia hanya menunggu untuk ia temukan.
“Kamu suka musik?” tanyanya, sambil duduk di bangku sebelah tanpa ragu.