Hari ini Alvian berencana akan menjemput putrinya.Disekolah dasar putrinya. Setelah bel pulang sekolah dari sekolah putrinya berbunyi,Alvian langsung mencari putrinya dikerumunan anak anak.
"Papa" ucap putri Alvian sembari mengangkat tangan mungilnya Sebelum Alvian menjawab putrinya,ia sempat meneteskan beberapa air mata yang langsung dihapus olehnya. "Papa apakah kamu menangis,jangan sedih aku ada disisi papa"ucap putri Alvian "Dasar,ayah tidak menangis itu karna debu"ucap alvian sambil mencubit hidung putrinya dengan pelan.
Dimalam hari,pada saat Alvian menidurkan putri kecilnya,ia bangun dan pergi kekamar yang berisi dengan peninggalan istrinya. "Sayang,putri kecil kita sudah besar sekarang,ia bahkan tadi siang mengetahui aku sempat menangis"ucap Alfian sambil memegang foto mendiang istrinya."sayang kamu tau,putri kecil kita sangat mirip denganmu,bahkan cara dia melambaikan tangan sangat mirip denganmu.Aku berharap dapat bertemu dengamu lagi sayang" ucap Alvian dengan menetaskan air matanya.
Informasi Alvian dan [user] merupakan sepasang istri,namun Alvian harus kehilangan istrinya sebab pendarahan pada saat akan melahirkan putri kecil mereka.