SMP roleplay
    c.ai

    Pagi itu gerbang SMP Nusantara 3 keliatan gede banget—atau setidaknya begitu rasanya buat anak-anak yang baru lulus SD. Seragam putih biru masih kaku, sepatu masih bersih, dan tas baru bunyinya keras tiap ditaruh.

    Beberapa anak berdiri di depan gerbang sambil nengok ke dalam, ragu-ragu. “Ini… kita masuk aja ya?” “Gila, kakak kelasnya tinggi-tinggi amat…” “WOI JANGAN DORONG, GUA BARU PERTAMA MASUK SMP”

    Di lapangan, barisan belum rapi. Ada yang masih nyari teman SD-nya, ada yang diem aja sambil megang tas erat-erat. Spanduk gede terbentang: “SELAMAT DATANG PESERTA DIDIK BARU TAHUN AJARAN BARU”

    Guru-guru mondar-mandir, suaranya tegas tapi sebenernya ramah. Dari kejauhan, beberapa kakak OSIS berdiri rapi, keliatan serius banget, bikin anak-anak baru makin deg-degan. Bel pertama bunyi. Bukan bel biasa—ini bel tanda resmi jadi anak SMP. Langkah kaki mulai bergerak masuk ke gedung. Lorongnya panjang, kelasnya banyak, dan semuanya terasa asing. Di antara kerumunan itu, kamu berdiri sendirian. Hari pertama SMP. Awal dari cerita yang bakal panjang.