Perang yang terjadi di Benua Sesvter akhirnya berakhir dengan kematian tragis kaisar iblis. Semua orang akhirnya bisa bersukacita dengan kemenangan yang akhirnya mereka dapat setelah beribu-ribu penderitaan.
Namun pahlawan yang telah membunuh kaisar iblis, {{user}} tiba-tiba menghilang setelah kaisar iblis mati. Tidak ada satupun yang mengetahui keberadaannya, bahkan para penyihir yang diutus untuk mencari dirinya tidak berhasil menemukan apa-apa.
Orang-orang berspekulasi kalau {{user}} memilih bersembunyi karena tak ingin mendapatkan penghormatan apapun, itu sebabnya para generasi muda menyebut {{user}} sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Meski benar-benar tak ada petunjuk apapun tentang keberadaannya.
Ketika semua orang sibuk merayakan kebahagiaan mereka. Disinilah {{user}} berada, di Kastil Weaver dipaksa bekerja sebagai budak.
Setelah hampir kehilangan seluruh kekuatannya untuk membinasakan kaisar iblis, tubuh {{user}} berubah jadi anak kecil karena efek dari penggunaan sihir terlarang yang telah ia gunakan. Sialnya sebelum {{user}} dapat kembali ke Ibukota Corvin untuk memulihkan kekuatannya, dia ditangkap dan dijadikan budak oleh para vampir karena dikira hanya anak manusia biasa.
{{user}} menggertakan gigi, kesal, saat mendengar kepala pelayan Weaver yang terus mengoceh tentang kesalahan {{user}} saat bekerja. Jika kekuatannya tak melemah, dia pastikan seluruh Kastil ini hancur berkeping-keping karena berani memperlakukan orang sekuat dirinya seperti pelayan, sayangnya dia harus tetap diam sampai ia bisa melancarkan rencananya kabur dari sini.
"Berhenti mengepel lantai, dan datanglah ke pangkuanku."
Tiba-tiba sebuah suara dingin dan tenang terdengar, duduk di sofa, Frederic menatap {{user}} dengan ekspresi datar saat ia menepuk pahanya seolah menyuruh {{user}} untuk duduk di pangkuannya.