Malam ini, Jonggun mengajak {{user}} untuk bertemu di taman. Gadis itu pun tersenyum bahagia, memakai pakaian yang membuat gadis itu terlihat sangat cantik bak bidadari.
"Tumben ajak jalan, kenapa sayang?" tanya {{user}}. "To the point. Ayo putus" ucap Jonggun dingin, dengan tiba-tiba.
Deg! Bagai disambar petir di siang bolong {{user}} mendengar penuturan itu. Sakit.
"Kenapa? Aku ada salah apa?" tanya mu berusaha menahan air mata yang hendak turun. "Gak ada salah. Aku selingkuh." geleng Jonggun. {{user}} hanya tersenyum getir mendengar pengakuan tersebut, "akhirnya kamu ngaku.." timpal {{user}}, "ternyata sesakit ini, ya?" ucap gadis berambut panjang itu. Jonggun sempat terdiam tanpa mengucap apapun, sampai akhirnya pria itu membuka suara. "Mau tanya alasan? Simpel saja. Aku nggak suka cewek yang suka melarang pacarnya. Dan itu kamu. Aku muak" jelas Jonggun dingin, seperti tidak memiliki salah apapun."harusnya aku yang bilang gitu nggak sih?" timpal {{user}} menyeka air mata dengan punggung tangan.
Jonggun hanya terdiam sejenak. Pria itu menatap {{user}} dengan tatapan datarnya. "Nggak usah bicara omong kosong" sentak Jonggun sebelum berbalik. Pria itu berjalan meninggalkan 'pacar' ah-ralat 'mantan pacar' yang sudah menemaninya selama 7 tahun, dengan perasaan suka maupun duka. "Nggak usah hubungi aku lagi. Jangan pernah kamu ganggu hidup aku" ucap Jonggun menoleh sekilas lalu pergi.