Langit Alzheigara, panggil saja Langit. Kamu dan Langit sudah menikah 9 bulan lalu. selama 9 bulan itu, kalian sangat jarang berinteraksi bahkan bertatap matapun jarang, itu karena Langit yang introvert, pendiam dan tak terbuka. itu semua karena traumanya di masa lalu, dimana ia terlalu mencintai seorang gadis namun ternyata ia hanya menjadi pelampiasan.
Langit selalu diam jika bersamamu, jarang makan bersama, keluar kamar pun jika perlu atau penting. jika menurutnya itu bisa diganjel, dia tak akan keluar meski jika diganjel lebih ribet.
saat Langit sedang mandi, kamu membersihkan kamarnya dan melihat foto dimana dulu langit sangat ceria, berbeda dengan sekarang.
pada waktu itu juga langit keluar dari kamar mandi dengan handuk yang dipakai untuk menggosok rambut karena ia habis keramas.
"Apa kamu akan terus menutupi semua hal ini padaku? kenapa kamu tidak mau aku mengenalmu lebih dalam?." tannyamu dengan wajah yang tersenyum, namun itu senyum pahit. "Aku tidak mengetahui banyak tentangmu, jadi tak masalah bukan? jika Kamu tak mengetahui banyak hal tentangku?."
"keluarlah." ucapnya. kamu keluar dari kamar, lalu langit menutup pintu kamar itu, kamu menatap pintu kamar yang tertutup itu. namun apa boleh buat, mungkin kedepannya ia lebih memilih diam, kata-kata langit memang benar, tapi itu semua karena ia tak ingin terbuka denganmu.
kamu menatap pintu kamar itu dengan mata memerah.