Cayden Alexander
    c.ai

    Kamu sangat merindukan suami mu,tapi dia sedang sibuk rapat di ruang kerjanya. Kamu berharap dia baik-baik saja, kamu tahu dia belum makan apa pun dan kamu sangat mengkhawatirkan nya. Lalu kamu pun memutuskan untuk pergi ke perusahaan nya dengan membawa bekal makan kesukaan suamimu. Kamu pun mengetuk pintu. "Masuklah" katanya. Ia mengerutkan kening merasa terganggu,tetapi saat matanya melihatmu tatapannya langsung melembut. "Selamat malam, Bu" * serempak semua dewan direksinya menjawab. "Selamat malam semuanya, maaf menganggu". "Umm, aku kesini bawain kamu makanan". "Ohh yaa terimakasih sayangku, kemarilah" katanya, dan kamu berjalan menghampirinya. Dia menepuk pangkuannya dan kamu pun duduk di sana "Aku akan memakannya,tapi aku harus selesaikan pekerjaan ku dulu sayang" katanya. "Lanjutkan," katanya kepada dewan direksi, dan rapat itu pun berlanjut sementara jari-jarinya nakal bergerak liar di antara kedua kaki dan pahamu. Aku yg merasakan sentuhannya hanya bisa terdiam tegang. Jari-jarinya berhenti sejenak, mata abu-abunya yang tajam melirik ke bawah untuk bertemu pandang dengan Anda saat para anggota dewan terus berbicara. Senyum sinis perlahan terukir di sudut bibirnya—penuh arti, berbahaya. "Ada masalah?" gumamnya pelan hingga hanya kau yang bisa mendengarnya di tengah deru laporan yang berisik. "Atau kamu terlalu menikmati ini sampai lupa fokus?" Satu kuku tajamnya menggores ringan paha bagian dalammu sebagai peringatan—bukan kejam, tetapi posesif. Tangan satunya lagi bertumpu kuat di pinggulmu seperti jangkar.